cemungudd bikin tugas.. ( Activity Based Costing)

0 Comments

wlopun sakit kepala, batuk2, meler,.
tetap semangat bikin tugas,
padahal ini tugas kelompok, loh? koq malah aku yang ngerjain sendiri??
huufftt, ve dimna kamu??
miraaa?? masuk kuliah pun egakk hari ini,
dan kiki,, nih lagi tertidur pulas di sebelah aku,

tinggal 1 nomor lagi yang belum siap, semangat yaa bikin tugas nya :) [semangati diri sendiri T.T]

nih dia tugas Akuntansi Biaya

PENERAPAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN BESARNYA TARIF JASA RAWAT INAP
Klasifikasi biaya activity based costing

            Activity based costing
            Merupakan system akuntansi biaya yang berbasis aktivitas. Awal activity based costing berorientasi pada penentuan biaya per unit yang akurat dalam perusahaan manufaktur. Pada tahap perkembangan selanjutnya, activity based costing tidak lagi fokuskan dalam perhitungan biaya per unit secara akurat, namun di manfaatkan untuk menghasilkan informasi tentang aktivitas untuk pengurangan biaya melalui pemberdayaan personel dalam pengelolaan terhadap aktivitas yang menjadi timbulnya biaya.
Secara umum pengertian Activity Based Costing System (ABC System) adalah suatu sistem biaya yang mengumpulkan biaya-biaya ke dalam aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam perusahaan lalu membebankan biaya atau aktivitas tersebut kepada produk atau jasa, dan melaporkan biaya aktivitas dan produk atau jasa tersebut pada manajemen agar selanjutnya dapat digunakan untuk perencanaan, pengendalian biaya, dan pengambilan keputusan.
            Activity-Based Costing (ABC) adalah suatu sistem informasi akuntansi yang mengidentifikasi berbagai aktivitas yang dikerjakan dalam suatu organisasi dan mengumpulkan biaya dengan dasar dan sifat yang ada dan perluasan dari aktivitasnya. ABC memfokuskan pada biaya yang melekat pada produk berdasarkan aktivitas untuk memproduksi, mendistribusikan atau menunjang produk yang bersangkutan.

            Activity based costing system mengendalikan biaya melalui penyediaan informasi tentang aktivitas yang menjadi penyebab timbulnya biaya. Penyebab timbulnya biaya ini dapat dikelola sehingga dapat mengurangi biaya. Biaya hanya dapat di kurangi secara signifikan melalui pengelolaan berbasis aktivitas. Activity bassed costing system merupakan system informasi biaya yang menyediakan informasi lengkap tentang aktivitas untuk memungkinkan personel perusahaan melakukan pengelolaan terhadap aktivitas. Pengelolaan terhadap aktivitas ini akan menghasilkan beberapa kemajuan yang memungkinkan pengurangan biaya.



Mengapa Activity Based Costing di perlukan

            Activity Based Costing di perlukan untuk menghasilkan informasi biaya berdasarkan aktivitas. Activity Based Costing juga di perlukan untuk menghasilkan informasi tentang aktivitas untuk pengurangan biaya melalui pemberdayaan personel dalam pengelolaan terhadap aktivitas yang menjadi timbulnya biaya.
            Activity Based Costing di perlukan untuk :
1. Memperbaiki kualitas pembuatan keputusan, atau memperbaiki mutu pengambilan keputusan.
 Dengan informasi biaya produk yang lebih teliti, kemungkinan manajer melakukan pengambilan keputusan yang salah dapat dikurangi. Informasi biaya produk yang lebih teliti sangat penting artinya bagi manajemen jika perusahaan menghadapi persaingan yang tajam.

2. Memungkinkan manajemen melakukan perbaikan terus menerus terhadap kegiatan untuk mengurangi biaya overhead.
Sistem ABC mengidentifikasi biaya overhed dengan kegiatan yang menimbulkan biaya tersebut. Pembebanan overhead harus mencerminkan jumlah permintaan overhead (yang dikonsumsi) oleh setiap produk. Sistem ABC mengakui bahwa tidak semua overhed bervariasi dengan jumlah unit yang diproduksi. Dengan menggunakan biaya berdasarkan unit dan non unit overhead dapat lebih akurat ditelusuri ke masing-masing produk.

3. Memberikan kemudahan dalam menentukan biaya relevan.
Karena sistem ABC menyediakan informasi biaya yang relevan yang dihubungkan dengan berbagai kegiatan untuk menghasilkan produk, maka manajemen akan menghasilkan kemudahan dalam memperoleh informasi yang relevan dengan pengambilan keputusan yang menyangkut berbagai kegiatan bisnis mereka.
4. Menyediakan informasi biaya berdasarkan aktivitas, perbaikan kesinambungan terhadap aktivitas  untuk mengurangi biaya overhead  dan memberikan kemudahan dalam estimasi biaya relevan.
5. system activity based costing diperlukan sebagai manajemen akan informasi akuntansi yang mampu mencerminkan konsumsi sumber daya dalam berbagai aktivitas untuk menghasilkan produk secara akurat, hal ini di dorong oleh:
a.       Penggunaan teknologi maju dalam pembuatan produk menyebabkan proporsi biaya overhead pabrik dalam product cost menjadi dominan.
b.      Persaingan global (Global Competition) yang dihadapi perusahaan manufaktur memaksa manajemen untuk mencari berbagai alternatif pembuatan produk yang cost effective.
c.       Untuk dapat memenangkan persaingan dalam kompetisi global, perusahaan manufaktur harus menerapkan market–driven strategy.
d.       Market–driven strategy menuntut manajemen untuk inovatif.
e.        Pemanfaatan teknologi komputer dalam pengolahan data akuntansi memungkinkan dilakukannya pengolahan berbagai informasi biaya yang sangat bermanfaat dengan cukup akurat.

Sistem biaya Activity-Based Costing (ABC) juga di perlukan bagi pihak manajemen perusahaan untuk dapat :
1. Suatu pengkajian sistem biaya ABC dapat meyakinkan pihak manajemen bahwa mereka harus mengambil sejumlah langkah untuk menjadi lebih kompetitif. Sebagai hasilnya, mereka dapat berusaha untuk meningkatkan mutu sambil secara simultan fokus pada pengurangan biaya yang memungkinkan. Analisis biaya ini dapat menyoroti bagaimana benar-benar mahalnya proses manufakturing, hal ini pada gilirannya dapat memacu aktivitas untuk mengorganisasi proses, memperbaiki mutu, dan mengurangi biaya.
2.  Pihak manajemen akan berada dalam suatu posisi untuk melakukan penawaran kompetitif yang lebih wajar.
3. Sistem biaya ABC dapat membantu dalam pengambilan keputusan (management decision making) membuat-membeli yang manajemen harus lakukan, disamping itu dengan penentuan biaya yang lebih akurat maka maka keputusan yang akan diambil oleh phak manajemen akan lebih baik dan tepat. Hal ini didasarkan bahwa dengan akurasi perhitungan biaya produk yang menjadi sangat penting dalam iklim kompetisi dewasa ini.
4. Mendukung perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement), melalui analisa aktivitas, sistem ABC memungkinkan tindakan eleminasi atau perbaikan terhadap aktivitas yang tidak bernilai tambah atau kurang efisien. Hal ini berkaitan erat dengan masalah produktivitas perusahaan.
5. Memudahkan penentuan biaya-biaya yang kurang relevan (cost reduction), pada sistem tradisional, banyak biaya-biaya yang kurang relevan yang tersembunyi. Sistem ABC yang transparan menyebabkan sumber-sumber biaya tersebut dapat diketahui dan dieliminasi.
6. Dengan analisis biaya yang diperbaiki, piliak manajemen dapat melakukan analisis yang lebih akurat mengenai volume produksi yang diperlukan untuk mencapai impas (break even) atas produk yang bervolume rendah.

0 komentar:

potongan tugas marketing ( analisis kebutuhan dan trend dalam lingkungan makro)

0 Comments


Menganalisis lingkungan makro
Perusahaan yang berhasil biasanya mengenali dan menanggapi kebutuhan datren yang belum terpenuhi dengan mendapat laba. Perusahaan mendapatkan laba yang sangat besar jika mereka dapat memecahkan salah satu maslah berikut:penyembuha kanker, penyembuhan penyakit jiwa yang manusiawi, penyulinga air laut, makana yang bergizi tanapa lema yang lezat, mobil listrik yang praktis, dan perumahan yang harga terjangkau.

Kebutuhan dan tren
para individu wirausaha dan perusahaan yang bermental wirausaha berupaya menciptakan pemecahan baru atas kebutuhan yang belum terpenuhi. Fedex diciptakan untuk memenuhi kebutuhan akan pengiriman surat yang tiba pada hari berikutnya. Dockers diciptakan untuk memenuhi kebutuhan generasi ledakan bayiang tidak dapat lagi mengenakan-atau mencocoki!-jeans mereka dan menginginkan pasangan celana yang nyaman secara fisik dan spikologis. Amazon diciptakan untuk menawarkan lebih banyak pilihan dan informasi untuk buku dan produk-poduk lain.
            Kita perlu membedakan fad,tren, dan mengatren. Fad (kesukaan masyarakat yang berlangsung singkat) bersifat “tida dapat diduga, berusia pendek, da tidak penting secara social,ekonomi,dan politik.”perusahaan tertentu dpata meraup uang dari fad,anatara lain boneka beanie babies, furbies, dan tickle me, tapi itu lebih karena keberuntungan dan penentuan waktu yang tepat.
            Tren adalah rah atau urutan peristiwa-peristiwa khusus ang memiliki beberapa momentum dan mampu bertahan lama. Tren lebih dapat di ramalkan dan bertahan lama di banding fad. Tren mengungkap bentuk masa depan dan memberikan banyak peluang. Sebagai contoh, persentase orang yang menghargai kesegaran dan kesejahteraan fisik telah meningkat secara mantap selama bertahun-tahun,khususnya kelompok  di bawah 30 tahun, kelompok wanita muda dan pasar kelas atas, serta orang yang tinggal di Amerika bagian barat. Para pemasar makanan sehat dan perlengkapan olahraga melayani tren itu dengan sejumlah produk dan komunikasi yang memadai.
            Mengatren digambarkan sebagai ”perubahan besar di bidang social, ekonomi,politik, dan teknologi yang lebih lambat terbentuknya, dan pada saat terjadi, perubahan itu akan memengaruhi kita untuk waktu yang lama, antara tujuh dan sepuluh tahun, atau lebih.
            Tren dan mengatren mendapat perhatian besar. Sebuah produk baru atau program pemasaran kemungkinan menjadi lebih berhasil jika sejalan dengan tren yang kuat dan bukannya menentangnya, tapi mendeteksi satu peluang pasar baru tidak menjamin keberhasilan, walaupun secara teknis bisa. Sebagai contoh, dewasa ini beberapa perusahaan menjual “buku elektronik” yang dapat ditenteng, tapi mungkin tidak banyak orang yang tertarik membaca buku pada layar computer atau ingin membayar harga yang dituntut. Inilah sebabnya riset pasar perlu menentukan kemungkinan laba dari peluang. Untuk membantu para pemasar melihat pergeseran budaya yang mungkin menghasilkan peluang atau ancaman, beberapa perusahaan menawarkan ramalan social-budaya. Yankelovich monitor mewawancarai 2500 orang setiap tahun dan menelusuri 35 tren social, seperti “anti yang besar-besar,” “mistisisme,” “hidup untuk hari ini,” “menjauhkan diri dari kepemilikian barang,” dan “kenikmatan.” Ia menggambarkan persentasi populasi yang menganut sikap itu dan juga persentase yang tidak menganutnya.
Mengidentifiksi kekuasaan besar
Perusahaan dan pemasok, perantara pemasaran, pelanggan,pesaing, dan masyarakat semuanya bekerja di bawah kendala  kekuatan dan tren lingkungan makro yang membentuk  peluang dan menimbulkan ancaman. Sejumlah kekuatan itu bersifat membentuk pelung dan menimbulkan ancaman. Sejumlah kekuatan itu bersifat “tidak dapat dikendalikan,” dan harus dipantau serta ditanggapi oleh perusahaan tertentu. Dalam arena ekonomi, perusahaan dan para konsumen semakindi dipengaruhi oleh sejumlah kekuatan global.
            Awal dari abad baru membawa sejumlah tantangan baru: kemerosotab tajam pasar saham yang memengaruhi tabungan, investasi, dan dana pension; meningkatnya pengangguran; skandal perusahaan; dan tentu saja meningkatnya terorisme. Peristiwa-peristiwa dramatic ini diiringi oleh kontinuasi dari tren jangak panjang lain yang sudah ada yang telah secara mendalam memengaruhi panorama global.
            Dalam situasi global yang berubah cepat, perusahaan harus memantau enam kekuatan utama: demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik-hukum, dan social-budaya. Meskipun kekuatan-kekuatan itu akan diulas secara terpisah, para pemasar harus memerhatikan interaksi antarkeuatan itu, karena kekuata-kekuatan itu menjadi dasar bagi peluang dan ancaman baru. Contohnya, ledakan pertumbuhan populasi (demografi) menyebabkan peningkatan konsumsi sumber daya dan polusi (lingkungan alam), sehinggan konsumen menuntut lebih banyak peraturan perundang-undangan (politik-hukum) yang merangsang solusi teknologi dan produk baru (teknologi). Jika harga teknologi baru itu terjangkau oleh masyarakat (ekonomi), maka dapat mengubah perilaku dan sikap (social – budaya) mereka.



Paduan Untuk Mempersiapkan Analisis Kasus
Kebutuhan akan Kepraktisan
           Tidak pernah ada kasus yang lengkap, dan tidak satu pun kasus yang memberi Anda semua informasi yang dibutuhkan untuk melakukan analisis serta memberi rekomendasi. Dengan demikian, dalam dunia bisnis, penyusun strategi tidak pernah memiliki seluruh informasi yang merekabutuhkan untuk membuat keputusan: informasi mungkin tidak tersedia atau terlalu mahal untuk di peroleh , atau dibutuhkan waktu yang terlalu banyak untuk mendapatkannya. Jadi, dalam mempersiapkan kasus manajemen strategis, lakukan apa yang dilakukan oleh para penyusun strategi setiap hari membuat asumsi yang masuk akal mengenai hal yang tidak diketahui, nyatakan asumsi secara jelas, lakukan analisis yang memadai, dan ambillah keputusan. Jadilah praktis. Sebagai contoh, dalam mengerjakan suatu proyeksi analisis keuangan, buatlah asumsi yang masuk akal , nyatakan mereka secara tepat , dan kerjakan untuk melihat dampak rekomendasi Anda terhadap posisi keuangan organisasi. Hindari mengatakan , “ Saya tidak memiliki informasi yang cukup.” Anda akan selalu bisa menambah informasi yang tersedia di kasus dengan cara melakukan riset di internet dan perpustakaan.
Kebutuhan akan Justifikasi
           Bagian terpenting dari analisi kasus bukan strategi apa yang Anda rekomendasikan, namun lebih pada bagaimana Anda mendukung keputusan Anda dan bagaimana Anda menyakinkan bahwa itu dapat diimplementasikan . tidak ada solusi tunggal yang terbaik atau satu jawaban paling benar dari suatu kasus. Jadi berikanlah justifikasi yang cukup terhadap rekomendasi Anda. Hal ini penting dalam dunia bisnis, penyusun strategi biasanya tidak mengetahui apakah keputusan mereka tepat sampai sumber daya telah dialokasikan dan dikonsumsi, sehingga sering kali sudah terlambat untuk mengubah keputusan. Fakta yang buruk ini menyiratkan kebutuhan akan integrasi yang tepat dari intuisi dan analisis dalam mempersiapkan analisis kasus kebijakan bisnis.
Kebutuhan untuk Realistis  
           Hindari merekomendasikan suatu rangkaian tindakan yang jauh di atas dari kemampuan organisasi. Jadilah realistis. Tidak satu pun organisasi yang dapat menggunakan semua strategi yang mungkin bisa memberikan potensi manfaat kepadanya. Perkirakan berapa banyak modal yang dibutuhkan untuk  menerapkan rekomendasi anda. Perhatikan apakah utang, saham, atau kombinasi utang dan saham dapat digunakan untuk mengumpulkan modal. Pastikan rekomendasi anda bisa diraih. Jangan mempersiapkan analisis kasus yang mengabaikan semua alasan dan informasi yang tidak mendukung rekomendasi anda. Lebih baik, kemukakan baik dan buruk dari berbagai alternative yang ada. Jangan terlalu melebih-lebihkan, stereotip, menuduh atau mendramatisasi. Lakukan yang terbaik untuk menunjukan bahwa intepretasi dari bukti yang ada cukup beralasa dan objektif.
Kebutuhan untuk Spesifik  
           Jangan membuat generalisasi secara luas seperi “ perusahaan harus mengutamakan strategi penetrasi pasar”. Jadilah spesifik dengan mengatakan apa, mengapa, kapan, bagaimana, dimana, dan siapa.ketidakmampuan bertindak spesifik adalah kekurangan utama dalam analisis kasus secara tertulis dan lisan. Sebagai contoh, dalam suatu audit internal dikatakan, “ Rasio lancar perusahaan turun dari 2,2 pada tahun 2003 menjadi 1,3 pada tahun 2004, dan hal ini merupakan suatu kelemahan besar,” hal ini lebih baik dibandingkan “  Kondisi keuangan perusahaan buruk .” Daripadamerumuskan matriks  SPACE bahwa suatu perusahaan seharusnya bertahan, jadilah lebih spesifik dengan mengatakan, “ Perusahaan perlu mempertimbangkan untuk menutup tiga pabrik, memecat 280 karyawan, dan menjual divisi kimia, untuk penghematan sebesar $20,2 juta pada tahun 2005.” Gunakanlah rasio, persentase, angka, dan perkiraan dolar. Orang-orang bisnis tidak menyukai generalisasi dan keraguan.
Kebutuhan akan keaslian  
           Jangan merekomendasikan rangkaian tindakan yang sungguh-sungguh telah diambil atau sedang direncanakan untuk diambil oleh perusahaan, meskipun tindakan tersebut  menghasilkan tambahan pendapatan dan laba. Tujuan dari analisis kasus bagi anda adalah untuk memikirkan semua fakta dan informasi yang relevan dengan organisasi saat itu, merumuskan alternative strategi, memilih alternative, dan mempertahankan rekomendasi anda. Tempatkan diri Anda di waktu dimana keputusan strategi tengah dibuat oleh penyusun strategii perusahaan. Berdasarkan informasi yang tersedia, apa yang akan Anda lakukan? Pertahankan posisi Anda dengan bagan, grafik, rasio dan analisis dan hal yang serupa bukan sesuatu yang mengejutkan dari buku perpustakaan . Anda bisa menjadi penyusun strategi yang baik dengan berfikir melalui situasi, melakukan penilaian manajemen , mengajukan rencana bagi diri sendiri. Jadilah orisinal.bandingkan danperdebatkan rekomendasi Anda dengan rencana yang akan atau telah digunakan perusahaan.
Kebutuhan untuk berkontribusi
Manajemen strategi di dunia bisnis sesungguhnya bisa dibedakan berdasarkan penolakan mereka terhadap risiko, kepedulian mereka terhadap manfaat jangka pendek versus manfaat jangka panjang, sikap mereka terhadap tanggung jawab sosial dan pandangan mereka dalam menyikapi globalisasi. Tidak ada orang yang sempurna, sehingga tidak ada strategi yang sempurna.

0 komentar:

jurnal~ jurnal~ jurnal~

0 Comments

niat nya mau nyari tugas manajemen keuangan , eh malah nyangkut di blog, hehehe
habis tugasnya gk nemu, pada gak cocok. huh!
mana tugas banyak, tapi aku gk mood bikin, huwaaaa
gmn kah IP semester ini?
aku malas-malasan bkin tugas,.
ckckck
kerjaan nya main aja,.
buka buku bentar uda ngantuk,.
ckckck,.
ck! tugas manajemen keuangan itu sialan yaa, 
jurnal yang aku cari gak ada yang sesuai sama judul,,
nyesal milih judul " Analisis kebutuhan dan trend dalam lingkungan makro" 
huhu
:(
buat judul sendiri bole gk yaa :P

0 komentar:

tugas-tugas manajer

2 Comments


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Definisi Manajer

                Dalam sebuah organisasi atau sebuah perusahaan, pasti memiliki seorang pengelola atau yang biasanya kita sebut dengan manajer. Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.
            Manajer memiliki pengertiang yang tidak sama dengan pemimpin. Bennis dan Nanus, dua orang pakar manajemen, dalam bukunya “Leaders”, membuat perbedaan antara manajer dan pemimpin. Manajer menjalankan tugasnya dengan benar, sementara pemimpin melakukan sesuatu yang benar.
Sedangkan Stephen Covey, pengarang “The 7 Habits of Highly Effective People“, menggambarkan, manajer mencari cara yang paling efisien untuk mencapai tangga sukses, sedang pemimpin menentukan apakah tangga yang dinaiki berada pada tembok yang benar.
Covey memberikan ilustrasi yang jelas mengenai perbedaan manajer dan pemimpin. Dalam usahanya membuat jalan menembus hutan yang lebat, seorang manajer memberi petunjuk bawahannya cara yang paling efisien menebang pohon yang ada. Sedangkan seorang pemimpin tak hanya memberi tahu bawahannya cara yang paling efisien dalam menebang pohon, tapi dia juga memanjat pohon yang tinggi untuk melihat apakah pohon-pohon yang ditebang bawahannya itu menuju arah yang benar.
Tidak setiap pemimpin adalah manajer yang baik, begitu juga tidak setiap manajer adalah pemimpin yang baik. Akan tetapi eksekutif terbaik menguasai kedua kecakapan manajemen dan kepemimpinan.
Manajer dewasa ini diharapkan mengubah sifat dan kebiasaannya. Tidak saja menjalankan tugas dengan benar, melainkan juga mempunyai pandangan ke depan, apakah tugas yang ada itu memang benar perlu dilaksanakan.







BAB II
PERMASALAHAN

2.1 Masalah yang Timbul dalam Profesi sebagai Manajer

            Menjadi seorang manajer bukanlah hal yang mudah. Untuk menjadi seorang manajer dengan hanya mempunyai gagasan saja tidaklah cukup. Dalam usahanya membawa perubahan di dalam organisasi untuk mencapai gagasan tadi diperlukan kerja sama dengan kelompoknya. Mendapat dukungan dari kelompoknya merupakan hal yang utama manajer dalam mencapai sukses. Masalah yang sering muncul seperti cepatnya perubahan ekonomi dan ketatnya persaingan, sehingga  menyebabkan banyak organisasi terpaksa mengurangi tenaga kerjanya dalam usahanya untuk bertahan.
Akibatnya, pegawai kurang kepercayaannya terhadap organisasi yang menyebabkan turunnya loyalitas kerja. Menurunnya loyalitas kerja menyebabkan turunnya produktivitas kerja, yang menyebabkan pada akhirnya mengakibatkan organisasi sulit bersaing.
Solusi untuk mengatasi hal tersebut ialah membangun kerja sama yang baik ialah menanamkan rasa saling percaya dari kedua pihak. Mengubah pandangan negatif manajer terhadap bawahan, dan juga pandangan negatif bawahan terhadap organisasi atau manajernya.
Solusi lain yang lebih efektif, sistem hubungan transformasi, dimana pimpinan membicarakan gagasan yang ada, membuka diri dan mau menerima saran dari bawahan, menjadikan gagasan itu keputusan bersama, membantu mengembangkan potensi bawahan ke tingkat maksimum, dan menaruh kepercayaan dan mereka mampu mengatur tugas mereka sendiri dalam usahanya mencapai gagasan bersama.











BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Tugas-Tugas Manajer

                Adapun tugas-tugas manajer secara umum adalah sebagai berikut :
1. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.


Istilah “orang” mencakup tidak hanya para bawahan dan atasan, tetapi juga manajer-manajer lainnya dalam organisasi. Disamping itu, “orang” juga termasuk individu-individu dari luar organisasi, langganan, penyedia (supplier), konsumen atau langganan, pengurus serikat karyawan, pejabat dan karyawan kantor-kantor pemerintah dan sebagainya. 

2. Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas.


Setiap manajer akan menghadapi sejumlah tujuan, masalah dan kebutuhan organisasional yang semuanya ini bersaing untuk memperebutkan sumberdaya-sumberdaya organisasi (manusia, material atau bahkan waktu manajer). Karena berbagai sumberdaya tersebut selalu terbatas, manajer harus menjaga keseimbangan di antara berbagai tujuan dan kebutuhan organisasional.

3. Manajer bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan.

Para manajer ditugaskan untuk mengelola pekerjaan-pekerjaan tertentu secara sukses. Mereka biasanya dievaluasi atas dasar seberapa baik mereka mengatur tugas-tugas yang harus diselesaikan. Lebih lanjut, manajer juga bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan para bawahannya. Sukses atau kegagalan bawahan adalah cerminan langsung sukses atau kegagalan manajer.

4. Manajer harus berpikir secara analisis dan konseptual.

Untuk menjadi pemikir yang analisis, manajer harus mampu merinci dan memisah-misahkan suatu masalah menjadi komponen-komponen masalah, menganalisa komponen-komponen tersebut, dan kemudian mencari penyelesaian yang layak dengan akurat. Dan yang lebih penting bagi manajer adalah menjadi pemikir konseptual, yang mampu memandang keseluruhan tugas dan mengkaitkan suatu tugas dengan tugas-tugas lain.

5. Manajer adalah seorang mediator.

Organisasi terdiri dari orang-orang, dan kadang-kadang mereka saling tidak bersetuju atau saling bertentangan. Bila hal itu terjadi dalam suatu unit kerja atau organisasi, maka bisa menurukan semangat kerja dan produktivitas, atau bisa merusak suasana kerja, atau bahkan para karyawan yang cakap bisa meninggalkan organisasi. Kejadian-kejadian seperti ini menuntut peranan manajer sebagai mediator (penengah).

6. Manajer adalah seorang politisi.

Seperti apa yang dilakukan politisi dalam mengkampanyekan program-programnya, manajer harus mengembangkan hubungan-hubungan baikm untuk mendapatkan dukungan atas kegiatan-ekgiatan usulan-usulan atau keputusannya. Setiap manajer yang efektif “memainkan politik” dengan mengembangkan jaringan kerjasama timbale balik dengan para manajer lain dalam organisasi.

7. Manajer adalah seorang diplomat

Manajer mungkin harus berperan sebagai wakil (representative) resmi kelompok kerjanya pada pertemuan-pertemuan organisasional. Manajer juga mungkin mewakili organisasi dalam berurusan dengan kontraktor, langganan, pejabat pemerintah atau personalia organisasi lain.

8. Manajer mengambil keputusan-keputusan sulit

Organisasi selalu menghadapi banyak masalah (misalnya, kesulitan financial, masalah personalia, dan sebagainya). Manajer adalah seorang yang diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit dan mengambil keputusan yang akurat.


3.2 Tugas Manajer Menurut Pandangan Ahli Ekonomi
                Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu :
1.      peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.
2.      peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
3.      peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:
1.      Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagaiproses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga merupakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

1.      Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.


3. Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.


Kesimpulan

Menjadi manajer yang baik di perlukan usaha yang keras di karenakan tugas manajer yang tidak mudah. Manajer adalah seseorang yang bekerja sama dengan orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran.Manajer memiliki tugas yang sangat berperan penting dalam perkembangan perusahaan, Tugas manager sebagai pemimpin yang baik ialah berani mengambil gagasan untuk mengubah keadaan menuju ke arah yang lebih baik, mengkomunikasikan ke kelompoknya, membantu membangkitkan kemampuan maksimal kelompoknya, dan mempercayai bahwa mereka dapat menjadi pemimpin di bidang mereka masing-masing. manajer menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Setiap perusahaan membutuhkan manajer untuk  mengoordinasikan kegiatan-kegiatan di dalam perusahaan agar segala sesuatu yang di rencanakan dapat tercapai.

2 komentar:

kuliah melusyu

2 Comments

apa yang kita BELAJAR itu JANGAN SIA-SIA! (kata pak dosen)

"dikelas saya, kalian bole bawa minum yang segar-segar,
 bole bawa makanan yang segar kayak risol, donat, dll
 yang jangan kerupuk jengek ! bkin ribut." (buahahhahaa)

pelajaran di mulai...

untuk membuat judul penelitian perlu di perhatikan...

1. Harus ada masalah = seharusnya dan senyatanya
 tapi jangan sampek masalah yang di teliti ' habis daun ijo, kering air laut' gk habis2.. ( capee dehh)

segala sesuatu yang ingin di ketahui jawaban disebut masalah.!!
   

  Kalo teori berkata begini, ya begituu , tidak perlu di ragukan .!
contoh 1 : ta mat listrik teugang ok, (wkwkkwkwk)*bhsa Aceh

contoh 2 :
pak guru : "lari menyebabkan capek"
murid      : " gak percaya"
pak guru  : " coba aja"

  Asumsi membutuhkan pembuktian
contoh : manusia berasal monyet

"tidak boleh meneliti diri sendiri "


jrueng blang ( apa sihh di sebut2 trus tu tempat? dimana sihh aku gk tauu T.T)

2. Indikator= menarik, uptodate, useful.

"masalah kecil mendalam tapi bagus dibandingkan masalah besar tapi dangkal"

3. (hening............................................................... krikk..krikk..*suara jangkrik
amnesia..................................................ingat lagi!)
Dapat di teliti = berResiko, Dana, Tenaga

"kalo saya mainnya di boh-boh sidom saja, main aman, kekkekeeke"
 contoh judul penelitian yang berResiko : STRATEGI BRIMOB BKO DALAM PENCARIAN PASUKAN GAM ACEH BESAR
(CKCKCK sangat beresiko) asli di cari2 tu si peneliti.. gak pulang2 lagi ke rumahh, wkwkkwkkw

contoh judul penelitian yang lainnya :
1. Usaha Penjualan Mahasiswa Pisang Goreng Rasa Sendal Jepit.
2. Usaha Penjualan Mahasiswa Pisang Salee Rasa Taik Kering.
3. Usaha Penjualan Mahasiswa Cendol Lidah Buaya dengan Resep Rasa Keju Campur coklat Campur Sirup Campur Racun


judul lain , Broboknya Pendidikan Aceh , dengan judul ini mendapatkan modal sebesar 16 Triliunn ( HA?? Mata ijo, kalo aku cari tu uangg darimana ya??*mengkhayal )

( Pak dosen Minum dulu. capek ngomong terus)

4. Ada Sumber Data

contoh judul penelitian : Indahnya Hidup di kubur

(ha?? siapa yang mau bkin tu penelitian??)

percakapan penelitian
peneliti :  tok..tok.. "Assalamu'alaiku, bagaimana hidup di kubur?"
ahli kubur 1: hihihi..
lanjut ke kuburan sebelah
peneliti :  tok..tok.. "Assalamu'alaiku, bagaimana hidup di kubur?"
ahli kubur 2: hihihi..

dan HASIL LAPORAN PENELITIAN ANDA = hihihi (wkkwkwkwk)

5. lokasi

..................................................................................................................................(lupa catat+gk dengar T.T )


terimakasi untuk kuliah hari ini.
tugas jangan lupa di kerjakan! (T.T)


2 komentar:

hidung yang terzholimi membawa berkah

0 Comments



Males kuliah hari ne.. MKU agama (dasar! Setan dan iblis dimana2) tapi males2 gini aku tetap masuk yaa.. (anak baik, hahahag, baik kalii masuk MKU agama ja mles..)
Hadoooww, ntar selesai MKU , da kuis Makro.. belom belajar, bagaimna kah ini?? Yasudd aku belajar, tapi gak mood karna catatan gak lengkap jadinya males.. ( ALASAN! padahal emang gak niat belajar tuu) tapi aku tetap ngotot belajar, lagi seru-seru belajar (bohong x) eh dosennya masukk..
“camelekuuumm” (gak da ngucapin salam dosennya seingat aku, ato aku yang gak peduli?? Kan lagi seru-seru nya belajar, hahhahg)
Maaf ya buk, saya tidak memperdulikan Anda, (*belajar Makro)
Dan mulai lah dosen ituu ceramah,, aku ga dengar ! T.T (kalo sampek bunda aku tauu pasti aku bakal di rukiyahh ato kalo adik aku tau pasti aku di tuduh kenak ajaran sesat.. heddeww gk usah kenak ajaran sesat, emang uda sesat duluann,, ckckck
Pas lagi seru-seru nya baca catatan Makro yang tidak lengkap itu..
Hidung aku mencium bau anehh, nunjuk sangat ! (padhal aku flu lho tapi penciuman bau-bau tidak sedap masih bisa di deteksi,ckckc) kayak uda rontok bulu idung aku! Parfum siapakah ini?? Teman di sebelah aku__sebut saja nama Mawar , hmm mungkin harum parfum dia(pikir aku)  tapi! Tapi itu ternyata bukan harum parfum si Mawar, karena Mawar juga menghirupp zat berbahaya tersebut (apakah ini harum-harumman dari radiasi nuklir jepang??).  Ternyata itu harum dari shampoo atau apalahh saya tidak mau tauu yang penting harummnya itu lhoo bkin pusing! Mual! Lesu! Letih!lemah!+pengen muntahh T.T membuat hilang konsentrasi belajar Makro (semacam konsen sekali)haha. Sebut saja gadis yang memakai shampoo itu Melati (sayang harum rambutnya bukan harum melatii) hadooww pabrik siapakah yang memproduksi shampoo yang bau nya tidak sedap itu?? Kayaknya lebih cocok buat ngusir serangga! T.T lebih tepat guna, soalnya tadi sempat ada lalat yang hinggapp tapi terbang lagi,, hahahaha sepertinya pusing juga! Untung lalat tu gak berlama-lama, kalo gak uda koit !
Bayangkan ! dari jam 8 sampai jam 10 dikurangin 15 menit karna keterlambatan dosen dikurangin 20 menit ke toilet untuk mencari udara segar, jadi hasil nya hitung sendiri.. hhehe
Hadooww hidung aku teraniaya ! terzholimi !
Palish! Karna yang bernasib sial menghirup harum-haruman perontok bulu hidung hanya aku , Mawar ,dan kembang sepatu. (posisi duduk = si melati di depan dan aku tepat di depan melati dan di sebelah kanan aku Mawar & sebelah kiri aku si Kembang sepatu)
Tapi yang benar-benar dan paling terzholimi dan Tersiksa ialah aku yang tepat pad sumber harum itu!
Sungguh terlalu benar-benar tidak berprikemanusian, kembang sepatu menyuruh aku untuk berdo’a (di karenakan aku dalam keadaan terzholimi, do’a orang terzholimi kan terkabul) “ya Allah, semoga hari ini tidak jadi kuis Makro, AMMMMMMMMMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN…”
Dan beberapa saat kemudian sms dari sang komting dating mngabarkan bahwasanya hari ini kuliah makro di tiadakan. Yes!
Ampuuuhhh!! Do’a orang yang hidung terzholimi ternyata terkabul.
Terimakasihh ya Allah, J
Yes! Gak usa belajar lagii..
Ternyata ada untung juga terzholimi hidung, gara-gara hidung terzholimi kuis Makro pun tak jadi. J

0 komentar: